Perempuan Hampir Dewasa II

Seusai jalani fisio ke-5 seperti yang disarankan oleh doktor. Saya di dalam ruangan rehabilitasi, lalu mendongak keatas syiling memandang ke bahagian atas gelung-gelung langsir berwarna krim yang menutupi ruangan tempat saya di rawat sambil berpikiran sudah 3 tahun rupanya menetap di Melaka bandaraya bersejarah (a.k.a darul traffic light ini) dan di Hospital Oriental State Melaka ini jualah anak perempuan yang pertama, Nur Ayla Daliya dilahirkan. Langsung tidak terasa. Masa itu sudah berlalu terlalu cepat. 

Nur Ayla Daliya, 1 Tahun 6 bulan @ Mantin, Negeri Sembilan

Seiring waktu berjalan, walhal kita juga semakin bertambah naik tingkat usianya dalam hierarki sosio-masyarakat jua sudah maju keatas lagi, naik satu lagi anak tangga ternyata menjadi perempuan dewasa itu tidak gampang. Banyak hal-hal sulit yang sering direwelkan.

Seringkali fikiran menerawang di bawah pohon kelapa di tepian pantai, kadang kala ke pantai di sekitar Melaka kerana sudah sangat akrab kemistrinya bersama sang pantai dikala pagi, siang dan sore hari. Semenjak saling bertemu sua bertentangan mata pada hari pertama berhijrah ke pesisir pantai Terengganu 5 tahun lepas.

Hal yang ini, asbab tubuhku dirawat ini kerna badan sudah memberi beberapa signal bahwa ada sebahagian badan tidak mampu lagi selincah dulu. Hanya signal supaya berhenti dulu, berehat dulu. Tubuh harus dirawat.

Satu hal lagi adalah, menerima hakikat bahawa waktu itu berjalan kedepan. Kita harus terus jalani aja. Sama aja yang sudah pergi. Aturan itu sudah ada, kita harus terus berjalan ke depan menjalani apa-apa yang sudah tuhan aturkan dan tetapkan dan seharusnya kita jalani seadanya.

Maka untuk setakat hari ini, saya akhiri dengan pantun dua kerat,

Seiring bertambah tingkat usia
Semakin bertambah tingkat ketenangan.

(akan bersambung)

Ulasan

Catatan Popular