Malam Tenang
Hari lalu yang sudah, saya dan Putri melihat koleksi Maison Martin Margiela untuk H&M yang akan menjengah di pasaran global pertengahan November ini. Kemudian, kami berjalan bersama di sekitar Jalan Bukit Bintang menuju ke Sephora (lokasi kegemaran Putri) dan bertapa agak lama di sana. Malam itu di ibu kota hujan renyai-renyai dan kali terakhir kami merasakan suasana sedu malam begini ketika zaman muda-mudi dulu kala. Itupun, beberapa tahun yang lampau!
Saya cemas dan gubra tentang ekspektasi dan ekspedisi masa depan yang memerlukan kekuatan mental dan hati. Entah mengapa saya bercerita kepadanya dengan nada seolah tak cukup nafas (termengah-mengah). Mungkin teruja atau mungkin sudah kelelahan penat berkerja dari pagi hingga ke malam. Putri mohon supaya saya tarik nafas dan tenang. Di keheningan malam, meskipun keletihan. Allah beri kudrat dan kekuatan. Jadi saya teruskan berjalan.
Dia menyaksikan saya jatuh dan bangun, jatuh dan bangun semula. Dia mengetahui gerak geri saya membuka pintu hati, menutup dan membuka semula..dan dia tetap masih utuh selalu ada pada titik kritikal beri sokongan tanpa pernah berputus asa. Malam itu, sambil berjalan kesana kemari.. she listened to my story and her final word was "Liyana.......". She knew I been through a lot and I couldn't say anymore. I couldn't extend the stories to any further. Sebenarnya saya sudah pancit dan sudah membungkus.
I remark this point as confidential and unpredictable situations. Never been so secretive to her when it comes to love story. The rest of the storyline started on Nifsu Sya'aban and the holy month of ramadhan as when I begin devoted and committed my days non stop to Allah everyday and awake everynight. Allah Maha Mengetahui Segala Isi Hati and He know what is the best for me. I pray and put my only hope and trust upon Allah alone.
Dia menyaksikan saya jatuh dan bangun, jatuh dan bangun semula. Dia mengetahui gerak geri saya membuka pintu hati, menutup dan membuka semula..dan dia tetap masih utuh selalu ada pada titik kritikal beri sokongan tanpa pernah berputus asa. Malam itu, sambil berjalan kesana kemari.. she listened to my story and her final word was "Liyana.......". She knew I been through a lot and I couldn't say anymore. I couldn't extend the stories to any further. Sebenarnya saya sudah pancit dan sudah membungkus.
I remark this point as confidential and unpredictable situations. Never been so secretive to her when it comes to love story. The rest of the storyline started on Nifsu Sya'aban and the holy month of ramadhan as when I begin devoted and committed my days non stop to Allah everyday and awake everynight. Allah Maha Mengetahui Segala Isi Hati and He know what is the best for me. I pray and put my only hope and trust upon Allah alone.
Love never dies me.


Ulasan
Catat Ulasan